avatar
Lusi Laksita Alfatkhu

A wordsmith and English Literature graduate specializing in Linguistics. With over two years of experience, now working as an SEO Specialist—optimizing articles to be both discoverable and readable.

Dipublikasikan pada: Kamis, 12 Februari 2026

Ingin Jadi Penerjemah Profesional? Begini Cara Memulai Karir dan Membangun Personal Branding

Ingin Jadi Penerjemah Profesional? Begini Cara Memulai Karir dan Membangun Personal Branding

Di era digital seperti sekarang, kebutuhan akan penerjemah semakin tinggi. Banyak perusahaan kini memperluas pasar ke berbagai negara, menjalin kerja sama internasional, hingga mengelola tim lintas budaya.  

Meskipun kehadiran Google Translate atau AI seperti ChatGPT sudah sangat membantu manusia dalam banyak hal, termasuk penerjemahan, akan tetapi tools semacam itu tidak bisa menjamin keakuratan dan ketepatan terjemahan sesuai dengan nuansa budaya atau konteks tertentu.

Inilah mengapa, peran manusia sebagai penerjemah profesional tidak akan tergantikan. Klien tetap butuh hasil terjemahan yang natural dan sesuai konteks, apalagi jika menyangkut istilah-istilah teknis tertentu. 

Jika Anda tertarik untuk memulai karir di bidang ini, artikel ini akan membahas cara menjadi penerjemah profesional dari nol dan tips praktis mendapatkan klien pertama Anda. let’s get started!

Kenapa Bisnis Tetap Butuh Penerjemah Profesional?

Banyak pelaku usaha yang kini menyadari bahwa terjemahan bukan sekadar mengganti kata dari satu bahasa ke bahasa lain. Dalam konteks bisnis, terjemahan yang dihasilkan juga akan memengaruhi: 

  • Reputasi perusahaan
  • Legalitas dan akurasi dokumen
  • Hubungan profesional dengan mitra bisnis

Selain di ranah bisnis, penerjemah profesional juga sangat dibutuhkan di bidang hukum. Misalnya seperti yang dijelaskan dalam studi kasus Consumer Bankruptcy Project di New York, yang menunjukkan bagaimana penerjemah profesional membantu klien dengan keterbatasan bahasa mengakses layanan hukum secara adil dan efisien.

Lebih luas lagi, jasa penerjemah profesional juga dibutuhkan dalam industri teknologi atau Perusahaan SaaS (Software as a Service). 

Misalnya,dalam study case dari welocalize.com,  sebuah perusahaan SaaS global bekerja sama dengan tim penerjemah untuk melokalkan lebih dari 300 jam video pelatihan ke dalam bahasa Prancis, lengkap dengan transkrip, subtitle, dan voice-over. Project ini menunjukkan bahwa “menerjemahkan” tidak hanya soal teks, tapi juga melibatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan. 

Cara Membangun Personal Branding Sebagai Penerjemah Profesional

Mengingat pentingnya peran seorang penerjemah profesional dalam bisnis, tentu mereka tidak akan sembarang mencari seorang penerjemah. Biasanya, klien bisnis cenderung mencari penerjemah yang memiliki spesialisasi di bidang tertentu, misalnya seperti bidang hukum atau keuangan. 

 

Pertanyaannya, bagaimana cara mendapatkan klien sebagai penerjemah profesional? Dalam poin ini, kita akan membahas bagaimana cara mendapatkan klien dan membangun personal branding sebagai penerjemah profesional. 

1. Bangun Portofolio yang Menarik dan Profesional

Salah satu bukti kredibilitas skill yang kita miliki adalah melalui portfolio. Oleh karena itu, salah satu cara terbaik untuk menunjukkan kemampuan Anda adalah dengan membangun portofolio yang jelas dan mudah diakses siapapun. 

Contohnya seperti menyertakan contoh hasil terjemahan atau testimoni klien di website pribadi atau landing page sederhana sebagai katalog online. Sebagai referensi, Anda dapat melihat contoh portfolio sebagai penerjemah di sini.  

Selain melalui website, Anda juga dapat memanfaatkan social media untuk mendapatkan exposure dan visibilitas online. Agar mudah dihubungi, jangan lupa untuk menampilkan nomor kontak di website atau social media Anda.  

2. Aktif dan Konsisten Menunjukkan Branding Secara Online

Saat ini, memajang portfolio saja masih belum cukup agar bisa bersaing dan mendapatkan klien. Perlu ada usaha marketing dan branding yang konsisten agar orang-orang mudah menemukan jasa kita. 

Oleh karena itu, Anda dapat melakukan branding secara online dengan membagikan konten-konten menarik seputar penerjemahan, misalnya seperti tips & tricks, istilah teknis, cerita klien, atau bahkan pengalaman Anda mengikuti pelatihan. 

Jika Anda belum terbiasa, mulai saja dari hal sederhana. Bisa dari membagikan ulang artikel menarik soal dunia penerjemahan, menulis ulang pengalaman pribadi, atau memberikan insight ringan seputar dunia kerja freelance. Seiring waktu, Anda akan menemukan style dan pendekatan yang paling sesuai dengan diri Anda.

3. Fokus pada Satu atau Dua Bidang Spesialisasi

Fokus pada satu atau dua bidang spesialisasi adalah langkah strategis yang dapat memperkuat posisi Anda sebagai penerjemah profesional. 

Pasalnya, klien dari sektor profesional cenderung lebih memilih penerjemah yang benar-benar memahami istilah teknis dan dinamika industri mereka, bukan sekadar yang bisa menerjemahkan secara umum. 

Menurut Freelanly, ada beberapa spesialisasi penerjemah yang umum dicari, di antaranya seperti legal, medical, technical, financial, dan marketing translation.  

Jadi, memutuskan untuk fokus pada satu atau dua bidang spesialisasi bukan malah membatasi diri untuk permintaan umum, tapi justru malah memperkuat posisi dan peluang Anda di bidang tertentu dalam jangka panjang. 

4. Ikut Pelatihan atau Sertifikasi Khusus Industri

Sebagai bukti dari kemampuan Anda, diperlukan sertifikasi atau pelatihan penerjemahan dari lembaga profesional. Salah satu program pelatihan yang bisa Anda ambil adalah dari PEMAD Translation Training Center (PEMAD TTC)

Tidak hanya menawarkan berbagai kelas pelatihan penerjemahan profesional, PEMAD TTC juga menawarkan kelas khusus untuk penggunaan CAT tools. Menguasai tools ini tidak hanya membuat proses kerja lebih efisien, tapi juga bisa menjadi syarat mutlak dari banyak agensi dan klien internasional.

5. Bangun Networking dan Terlibat di Komunitas Penerjemah

Selain melalui promosi online, seringkali project translating datang melalui jalur networking. Dalam kata lain, ini tidak hanya soal keahlian Anda, tapi juga tentang networking yang Anda bangun. 

Maka dari itu, membangun networking dan aktif di komunitas bisa jadi salah satu strategi untuk memperluas peluang kerja.  Cobalah untuk bergabung dengan komunitas penerjemah, baik lokal maupun internasional. 

Dengan bergabung dalam grup-grup penerjemah, Anda dapat menemukan tempat untuk berdiskusi, bertukar informasi proyek, belajar dari pengalaman sesama penerjemah, hingga mendapatkan rekomendasi pekerjaan.

Intinya, menjadi penerjemah profesional bukan sekadar soal menguasai dua bahasa, tapi juga soal membangun kepercayaan, konsistensi, dan positioning yang jelas di mata klien. 

Di tengah berkembangnya teknologi seperti AI dan machine translation, kehadiran penerjemah manusia tetap penting, khususnya dalam hal konteks budaya, konteks bahasa, dan akurasi teknis.

Tentunya, agar lebih mudah mendapatkan klien, membangun personal branding dengan mengikuti pelatihan profesional seperti di PEMAD TTC serta aktif di komunitas akan membantu membuka peluang untuk dikenal dan dipercaya oleh klien-klien besar di berbagai industri. 

Selamat belajar dan memulai karir sebagai penerjemah profesional!

 

Referensi:

https://www.citybarjusticecenter.org/news/how-access-to-language-services-is-vital-to-closing-the-justice-gap/ 

https://www.welocalize.com/insights/case-study-streamlining-training-video-localization-for-a-global-saas-platform/ 

https://freelanly.com/blog/translation/specialization-for-translators/top-translation-specializations-in-high-demand/ 

https://authory.com/examples/translator-portfolio-examples/ 

Share Tags: